Ketika aku masih SD, aku pernah mengalami suatu peristiwa
yang bisa dibilang mujizat. Semua sangat menakjubkan dan sangat mengherankan.
Hanya Tuhan yang bisa berbuat demikian. Penasaran? kita mulai ceritanya…..
Jam sudah menunjukkan jam 2 tepat, semua murid merapikan
buku dan bersiap untuk pulang. Aku
bergegas mengambil sepeda dari lapangan parkir untuk pulang. Banyak orang tua
yang menunggu menggunakan kendaraan bermotor. Langsung saja, aku keluar dari
kerumunan tersebut.
Dalam perjalanan ke rumah, aku melewati pertigaan dimana ditengahnya terdapat taman
yang berbentuk bulat. Dari arah utara terdengar bunyi motor yang melaju
kencang. Perasaanku mulai tak nyaman, aku bisa memperkirakan bahwa aku akan
tertabrak. Jadi ku kayuh sepeda lebih cepat agar titik temunya tidak membahayakan.
Tapi , semakin aku berusaha, semakin dekat motor yang melaju. Dan…..
Puji syukur, Tuhan
masih melindungiku. Untungnya, titik temunya tepat di roda belakang yang
paling ujung, dan bukan di tengah atau didepan. Kalian bisa bayangkan apa yang
selanjutnya terjadinya bila titik temunya di tengah atau didepan? Selain itu ,
getaran saat tertabrak tidak terlalu terasa, bahkan sepeda tidak oleng sedikitpun. Dan juga, hanya pengendara motor
yang terjatuh sedangkan aku seperti orang yang bersepeda dengan santai.
Sungguh Mujizat perbuatan Tuhan. Hal yang tidak mungkin menjadi mungkin. Itulah kesaksianku, semoga
bisa menginspirasi teman-teman semua.






0 komentar:
Posting Komentar