Wawan
selalu mengarahkan pikirannya kepada ruangan itu. Ruangan kamar no.13 yang
bercahaya redup. Rasa ingin taunya sselalu melunjak setiap kali melewati
ruangan tersebut.Wawan berdiam diri menatapi di depan pintu kamar itu.
Tiba-tiba suara terdengar, yang sebenarnya suara hati remaja itu.
“Ah, kamu jangan terlalu percaya,
deh, pada yang namanya angka sial itu,” kata suara gaib itu meyakinkan. “Yang ada
itu Cuma perasaan pengecut kamu aja. Lihat, tak ada yang aneh, kan?” Lanjutnya
meyakinkan.
Wawan bergumam sendiri, ia
terkurung dalam akal sehatnya.
“Ya, benar. Ternyata di kota yang
sudah maju seperti ini, masih juga ada orang yang percaya sama takhayul,” jawab
wawan yang agak kecewa. “Tapi, heran juga !” kata Wawan sambil memutar otaknya,
“kenapa hanya kamar 13 ini, yang nggak pernah dibuka? Teman-teman juga pada
takut, bahkan untuk berdiri di depannya!” lanjutnya.
“Rasanya, aku nggak tahan lagi
untuk menyelidikinya.” Kata Wawan sambil melihat situasi, dan secara otomatis,
dilangkahkan kakinya ke kamar no.13. Diputarnya gagang pintu.
“Terkunci!” ujar
Wawan. Tiba-tiba muncul seorang wanita setengah tua. Badannya gemuk. Dengan
nada gusar, ia membentak Wawan.
“Hei! Sudah
kubilang, jangan dekat-dekat kamar itu!” kata ibu kos membentak Wawan.
sumber naskah drama :Bahasa Indonesia Jillid 2
untuk SMP Kelas VIII
Sesuai dengan standar isi 2006
Hak cipta 2007 pada penerbit Erlangga






0 komentar:
Posting Komentar