RSS

Contoh mengubah naskah drama menjadi cerpen


                Wawan selalu mengarahkan pikirannya kepada ruangan itu. Ruangan kamar no.13 yang bercahaya redup. Rasa ingin taunya sselalu melunjak setiap kali melewati ruangan tersebut.Wawan berdiam diri menatapi di depan pintu kamar itu. Tiba-tiba suara terdengar, yang sebenarnya suara hati remaja itu.

“Ah, kamu jangan terlalu percaya, deh, pada yang namanya angka sial itu,” kata suara gaib itu meyakinkan. “Yang ada itu Cuma perasaan pengecut kamu aja. Lihat, tak ada yang aneh, kan?” Lanjutnya meyakinkan.

Wawan bergumam sendiri, ia terkurung dalam akal sehatnya.
“Ya, benar. Ternyata di kota yang sudah maju seperti ini, masih juga ada orang yang percaya sama takhayul,” jawab wawan yang agak kecewa. “Tapi, heran juga !” kata Wawan sambil memutar otaknya, “kenapa hanya kamar 13 ini, yang nggak pernah dibuka? Teman-teman juga pada takut, bahkan untuk berdiri di depannya!” lanjutnya.

“Rasanya, aku nggak tahan lagi untuk menyelidikinya.” Kata Wawan sambil melihat situasi, dan secara otomatis, dilangkahkan kakinya ke kamar no.13. Diputarnya gagang pintu.
“Terkunci!” ujar Wawan. Tiba-tiba muncul seorang wanita setengah tua. Badannya gemuk. Dengan nada gusar, ia membentak Wawan.

“Hei! Sudah kubilang, jangan dekat-dekat kamar itu!” kata ibu kos membentak Wawan.

sumber naskah drama :Bahasa Indonesia Jillid 2
untuk SMP Kelas VIII
Sesuai dengan standar isi 2006
Hak cipta 2007 pada penerbit Erlangga

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

0 komentar:

Posting Komentar